-->

Pentingnya Kajian Sirah Nabi dalam Memahami Ajaran Islam

fikriamiruddin.com - Kata Hadits menurut bahasa berarti al-jadid (sesuatu yang baru), lawan kata dari al-qadim (sesuatu yang lama). Kata Hadits juga berarti al-khabar (yaitu sesuatu yang dipindahkan dari seseorang kepada orang lain). Hadits kemudian didefinisikan sebagai ucapan, perkataan, perbuatan, dan ketetapan Rasulullah Saw. Hadits, di lihat dari sudut kuantitas, atau jumlah rawi, diklasifikasikan dengan Hadits mutawatir dan hadits ahad.

Islam

Nabi Muhammad adalah simbol dari sifat kemanusiaan yang sempurna. Mengkaji mengenai Nabi, tidak akan lepas dari sejarah. Hal ini sulit dihindari, sebab terjadi kesenjangan zaman yang begitu panjang antara Nabi dengan kita. Di sinilah peran sejarah sangat urgen, yang akan memberikan data atau bukti historis yang bisa diinterpretasikan lebih jauh mengenai perjalanan hidup Nabi.

Hanya saja yang menjadi pertanyaan, mampukah pendekatan sejarah memberikan informasi lengkap dan objektif mengenai Islam, melalui perjalanan hidup Nabi sebagai figur dan sumber ajarannya? Sebagai sosok yang populer, pribadi Nabi memiliki low tradition dan high tradition. Yang masuk kategori high tradition, adalah ia sebagai uswah hasanah. Earle H. Waugh, termasuk orang yang ragu dengan pendekatan sejarah dalam mengungkapkan tentang perjalanan hidup Nabi.

Ia tidak percaya dengan pendapat bahwa cerita sejarah kehidupan Nabi bisa membantu kita memahami Nabi Muhammad. Bahkan, dengan pendekatan sejarah ini, kita hanya mendapat sedikit cerita mengenai kelahirannya, sebelum ia menjadi manusia berpengaruh. Sebab keraguannya terhadap pendekatan sejarah untuk mengungkap Nabi, ia menggunakan teori model, dalam menginterpretasikan Nabi Muhammad yang kharismatik (uswah hasanah).

Konsep model ini pertama kali digunakan oleh seorang ahli matematika Eugeno Betromi dan Felix Cline untuk membantu menjelaskan geometri non Euclidean kemudian diadopsi oleh ahli logika matematika, seperti Gottolob Frege dan Bertrad Russel. Dari sini model dimanfaatkan dalam bahasa pertama kali oleh F.Hockett pada tahun 1954. Istilah model menurut bahasa dapat diartikan contoh, teladan.

Baca Juga: Metode Hermeneutik dalam Memahami Islam di Era Kontemporer

Dengan demikian, apabila merujuk pada sub kajian ini berarti akan mengkaji keteladanan Nabi dalam perjalanan hidupnya, sebagaimana diungkapkan oleh Ibnu Ishaq dalam karyanya al-Sirah al-Nabawiyyah. Sirah, menurut Wansbrough mempunyai peranan yang besar dalam Islam dikarenakan merupakan kesaksian yang bercerita mengenai salvation history versi Islam. Dengan teori model, menurut Ramsey, akan dapat dipahami misteri yang ada di hadapan seseorang.

Ramsey menambahkan bahwa teori model tidak hanya menyajikan gagasan-gagasan mengenai realitas, namun juga muatan kognitifnya. Teori model tidak hanya merupakan persepsi imajiner yang membawa data yang tak terduga, namun juga pandangan-pandangan mengenai hakekat sesuatu, yang sekalipun tampak kontradiktif dengan apa yang diyakini benar dan menyatakan sesuatu yang bermakna mengenai realitas dari mana mereka muncul.

Menurut Ewert Cousins, teori model berfungsi pada dua tingkatan: pertama, berkaitan dengan pengalaman keagamaan dalam mencari apa yang disebut model-model keagamaan (experiental models). Model pengalaman adalah struktur-struktur atau bentuk-bentuk pengalaman keagamaan (general pattern), esoterism. Istilah pengalaman mengimplikasikan unsur subjektif, theistic, sedangkan istilah model mengimplikasikan varietas dalam pengalaman keagamaan.

Tingkatan kedua, metode memperhatikan ekspresi (expressive models), seperti Kredo Kristen dan sistem teologi. Ekspresi-ekspresi semacam itu diidentifikasikan sebagai model-model ekspresi (expressive models) yang mengambil seluruh bentuk yang digunakan oleh orang beragama dalam menyatakan pengalaman keagamaan dirinya (particular/unique), exoterism. Istilah ekspresi mengimplikasikan unsur objektif, scientific.

Karya Ibnu Ishaq, menurut Waugh, dipandang sebagai kemajuan di antara karya-karya masa awal dan narasi-narasi oral yang tercatat dalam literatur kenabian yang dikenal dengan sebutan maghazi sirah. Sirah adalah cara paling awal untuk menjelaskan sejarah Islam pada abad pertama dan pertengahan abad kedua. Dalam sirah, Ibnu Ishaq memaparkan setting Nabi, di mana Quraysy mempunyai tradisi untuk mengelola kekuasaan secara terus-menerus.

Baca Juga: Model Tafsir Sastra di Era Kontemporer

Ketika Tuhan mengutus Muhammad, ia mempertimbangkan lagi tradisi itu. Ia berpendapat bahwa kekuasaan mereka didasarkan atas kontinuitas tradisi agama leluhur. Mereka adalah pengikut Tuhan, Tuhan berperang untuk mereka dan merintangi serangan musuh-musuh mereka. Mereka mencari agama sejati dengan menyembah batu. Selama kehidupan Nabi, terjadi antagonisme antara Ansar dengan kelompok Quraysy yang masuk Islam pada masa-masa akhir.

Konflik ini, kata Waugh, dipecahkan oleh Nabi dalam sebuah pertemuan yang secara khusus membahas ketidakpuasan di kalangan Ansar, ketika Nabi memberikan hadiah kepada Quraysy dan Baduwi. Karena konfrontasi ini Nabi bersabda: “Sebenarnya kamu mempunyai aku, sementara mereka semua memiliki makanan dan sekutu. Apakah kamu bingung karena suatu yang baik dalam kehidupan ini, di mana saya menang atas mereka sehingga mereka menjadi muslim.

Sementara aku mempercayai kamu karena keislamanmu? Apakah kamu tidak puas bahwa orang-orang yang akan menarik sekutu dan kawanan, sementara kamu mengingatkan kembali dirimu tentang Rasul Allah? Demi Allah, yang jiwa Muhammad berada di tangan-Nya, saya akan menjadi salah seorang Ansar, dan jika semua orang berjalan dengan suatu cara, dan Anshor dengan cara lain, saya akan mengambil jalan Ansar.”

Setelah mendengar penjelasan dari Nabi tersebut, kaum Ansar menangis sambil berkata: “Kami puas dengan Rasulullah sebagai sekutu dan bagian kami.”

Mungkin cukup sekian pembahasan kali ini, silahkan baca juga: Menolak PPPK dan Menuntut Langsung Diangkat Jadi PNS Adalah Bukti Guru Honorer Takut Bersaing. Terima kasih banyak dan semoga bermanfaat.

0 Response to "Pentingnya Kajian Sirah Nabi dalam Memahami Ajaran Islam"

Posting Komentar

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel