-->

Doktrin Syiah yang Perlu Diketahui

fikriamiruddin.com - Paham Syiah memiliki sejumlah doktrin penting yang terutama berkaitan dengan masalah imamah di antaranya sebagai berikut:

1. Ahl al-Bayt

Ahl al-Bayt adalah mereka yang paling dekat dengan seseorang. Sedangkan Ahl al-Bayt Rasulullah Saw seperti yang diriwayatkan dari Zaid bin Arqam, dapat didefinisikan sebagai “Istri-istri Rasul dan orang-orang yang diharamkan menerima sodaqoh dan zakat sepeninggal Rasul. Mereka adalah orang-orang yang ditetapkan Allah dalam al-Qur’an memiliki hak atas fay’ dan khumus.
Doktrin Syiah yang Perlu Diketahui

Dalam sebuah riwayat, ketika ditanya mengenai bagaimana seorang muslim harus bershalawat kepadanya, Rasulullah Saw menjawab “Ya Allah berilah shalawat atas Muhammad, istri-istri dan keturunannya...”

Kenyataan mengenai masuknya istri-istri Rasul dalam komunitas Ahl al-Bayt secara lebih jelas dapat dilihat dalam QS. al-Ahzab ayat 33 yang artinya “Dan hendaklah kamu tetap di rumahmu dan janganlah kamu berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang Jahiliyah yang dahulu dan dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat dan taatilah Allah dan Rasul-Nya. Sesungguhnya Allah bermaksud hendak menghilangkan dosa dari kamu, Hai ahlul bait dan membersihkan kamu sebersih-bersihnya.”

Maksudnya, isteri-isteri Rasul agar tetap di rumah dan ke luar rumah bila ada keperluan yang dibenarkan oleh syara’. Perintah ini juga meliputi segenap mukminat. Yang dimaksud Jahiliyah yang dahulu adalah Jahiliyah kekafiran yang terdapat sebelum Nabi Muhammad Saw, dan yang dimaksud Jahiliyah sekarang adalah Jahiliyah kemaksiatan, yang terjadi sesudah datangnya Islam. Sehingga, Ahl al-Bayt di sini, yakni keluarga rumah tangga Rasulullah Saw.

2. Al-Bada’

Dari segi bahasa, bada’ berarti tampak. Doktrin al-Bada’ adalah keyakinan bahwa Allah Swt mampu mengubah suatu peraturan atau keputusan yang telah ditetapkan-Nya dengan peraturan atau keputusan baru. Menurut Syiah, keputusan Allah itu bukan karena Allah Swt baru mengetahui sesuatu maslahat, yang sebelumnya tidak diketahui-Nya. Namun, karena perubahan itu karena adanya maslahat tertentu yang menyebabkan Allah Swt memutuskan suatu perkara sesuai dengan situasi dan kondisi zamannya.

Misalnya, keputusan Allah Swt menggantikan Nabi Ismail AS dengan domba, padahal sebelumnya Ia memerintahkan Nabi Ibrahim AS untuk menyembelih anaknya, Ismail AS.

3. Asura

Asura berasal dari kata asharah, yang berarti sepuluh. Maksudnya adalah hari ke sepuluh dalam bulan Muharam yang diperingati kaum Syiah sebagai hari berkabung umum untuk memperingati wafatnya Imam Husein bin Ali dan keluarganya di tangan pasukan Yazid bin Mu’awiyah bin Abu Sufyan pada tahun 61 H di Karbala, Irak.

Baca Juga: Sekte Syiah yang Perlu Diketahui

4. Imamah (Kepemimpinan)

Imamah adalah keyakinan bahwa setelah Nabi Muhammad Saw wafat harus ada pemimpin-pemimpin Islam yang melanjutkan misi atau risalah Nabi Muhammad Saw.

5. Al-Ismah

Dimaksudkan bahwa para imam mestilah ma’sum, yakni tidak mungkin berbuat dosa besar atau kecil, tidak mungkin keliru dan lupa lahir batin, baik sebelum menjadi imam maupun ketika menjadi imam.

6. Mahdawiyah

Mahdawiyah berasal dari kata mahdi yang berarti keyakinan akan datangnya seorang juru selamat pada akhir zaman yang akan menyelamatkan kehidupan manusia di muka bumi ini. Juru selamat ini disebut Imam Mahdi.

7. Raj’ah

Kata raj’ah berasal dari kara raja’, yang artinya pulang atau kembali. Raj’ah adalah keyakinan akan dihidupkannya kembali sejumlah hamba Allah Swt yang paling saleh dan sejumlah hamba Allah Swt yang paling durhaka untuk membuktikan kebesaran dan kekuasaan Allah Swt di muka bumi, bersamaan dengan munculnya Imam Mahdi.

8. Marja’iyah atau Wilayat al-Faqih

Wilayat al-Faqih mempunyai arti kekuasaan atau kepemimpinan para fuqaha.

9. Al-Taqiyah

Dari segi bahasa, taqiyah berasal dari kata taqiya atau ittaqa yang artinya takut. Taqiyah adalah sikap berhati-hati demi menjaga keselamatan jiwa karena khawatir akan bahaya yang dapat menimpa dirinya.

10. Tawassul

Maksudnya adalah memohon sesuatu kepada Allah Swt dengan menyebut pribadi atau kedudukan seorang nabi, imam, atau bahkan seorang wali supaya do’anya tersebut cepat dikabulkan oleh Allah Swt.

Baca Juga: Sejarah Syiah dan Beberapa Pendapat tentang Kelahiran Syiah

11. Tawalli dan Tabarri

Tawalli dimaksudkan sebagai sikap keberpihakan kepada ahlu al-bait, mencintai mereka, patuh pada perintah-perintah mereka, dan menjauhi segala larangan mereka. Adapun tabarri dimaksudkan sebagai sikap menjauhkan diri atau melepaskan diri dari musuh-musuh ahl al-bayt, menganggap mereka sebagai musuh-musuh Allah Swt, membenci mereka, dan menolak segala yang datang dari mereka.

Mungkin cukup sekian pembahasan kali ini, silahkan baca juga: Kelompok Khawarij dalam Tinjauan Sosiologis. Terima kasih banyak dan semoga bermanfaat.

0 Response to "Doktrin Syiah yang Perlu Diketahui"

Posting Komentar

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel