-->

Pentingnya Akhlak dalam Islam

fikriamiruddin.com - Akhlak baik atau budi pekerti luhur merupakan hal yang sangat penting di dalam ajaran agama Islam. Buktinya, kehadiran al-Qur’an sebagai rujukan utama manusia baik dalam berinteraksi baik dengan Tuhan, maupun dengan sesama makhluk-Nya, banyak memberikan pedoman mengenai persoalan ini. Akhlak terpuji merupakan perhiasan hidup di dunia. Al-Qur’an dan sunnah/hadits Nabi telah memberikan perhatian yang luar biasa terkait dengan perilaku manusia ini.

Akhlak

Hadits atau sunnah Nabi merupakan terjemahan dari kandungan al-Qur’an dalam bentuk yang lebih detail, rinci, dan nyata. Sebab seluruh tindakan, perkataan, dan ketentuan Nabi yang terangkum di dalam hadits dan sunnahnya adalah selalu selaras dan sejalan dengan kitab suci al-Qur’an, mengingat semua yang datang dari Nabi bersifat wahyu, mengingat Nabi termasuk manusia pilihan yang maksum, sehingga ketika Nabi khilaf langsung mendapat teguran dari Allah Swt.

Sebagai seorang Muslim, teladan yang sangat penting untuk dijadikan sebagai panutan dalam pribadi dan akhlak sehari-hari adalah Nabi Muhammad Saw. Oleh karena itu, Allah Swt telah mengapresiasi ketinggian akhlak atau budi pekerti Nabi Muhammad dengan memberi pujian, sebagaimana yang tergambar di dalam ayat al-Qur’an “Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah.”

Banyak sekali ayat-ayat yang menuntun manusia untuk selalu berperilaku terpuji. Salah satu contoh ayat al-Qur’an yang terkait dengan akhlak manusia adalah yang menjelaskan agar manusia tidak arogan atau angkuh dalam kehidupan bermasyarakat. Fiman-Nya “Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong) dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri. Dan sederhanalah kamu dalam berjalan dan lunakkanlah suaramu. Sesungguhnya seburuk-buruknya suara ialah suara keledai.”

Nabi pun mengajarkan kita supaya berhati-hati dengan apa yang akan kita ucapkan, bahwa “Keselamatan insan/manusia terletak pada lisan.” Orang bijak berkata, “Mulutmu adalah harimaumu.” Seringkali pula kita mendengar ungkapan bahwa hikmah mengapa manusia dikaruniai satu mulut dan dua telinga, adalah bahwa manusia diajarkan oleh Allah supaya lebih banyak mendengar daripada berbicara.

Baca Juga: Kedudukan Akhlak dalam Islam

Apalagi ketik topik pembicaraannya bersifat gosip dan menggunjing yang di dalam ajaran agam Islam termasuk kategori ghibah (membuka aib orang), atau bahkan memfitnah, misalnya jelas hal ini merupakan perilaku yang sangat dilarang oleh Allah Swt dan hukumnya haram. Dalam hal ini, Allah telah memberikan peringatan di dalam al-Qur’an sebagai berikut.

“Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan prasangka (kecurigaan), karena sebagian dari prasangka itu dosa. Dan janganlah mencari-cari keburukan orang dan janganlah menggunjingkan satu sama lain. Adakah seorang di antara kamu yang suka memakan daging suadaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang.” (QS. 49: 12).

Masih banyak lagi ayat-ayat al-Qur’an maupun hadits yang memberikan pencerahan kepada umat muslim, bahwa betapa kedudukan akhlaq al-karimah menempati posisi yang sangat signifikan dalam rangka menggapai tugas mulia manusia selaku khalifah di muka bumi ini. Akhlak mulia ini senantiasa relevan sepanjang kehidupan manusia di mana pun dan kapan pun, menembus batas ruang dan waktu.

Dengan demikian, akhlak merupakan kepribadian dan biasanya berkonotasi pada kepribadian yang mulia, atau yang baik, meskipun sejatinya terdapat akhlak atau kepribadian yang buruk atau jelek. Apabila seseorang dikatakan ‘tidak punya akhlak’, maka berarti tidak berpribadi baik. Pada perkembangan berikutnya, akhlak menjadi subjek yang menarik dalam disiplin keilmuan Islam, sehingga muncullah ilmu Akhlak.

Yakni, seperangkat kaidah dan teori-teori yang membicarakan mengenai cara-cara memperoleh kebaikan dan menghindarkan diri dari keburukan berdasarkan al-Qur’an dan Hadits. Fokus dan objek kajian ilmu akhlak merupakan potensi-potensi utama pada seseorang yang harus dikembangkan sebagai hiasan diri seperti sifat ikhlas, jujur, bijaksana, dan lain-lain. Dengan demikian, buah dari ilmu akhlak adalah memahami nilai-nilai utama, sehingga membuat seseorang dapat berhias dan berbudi mulia.

Baca Juga: Objek Kajian Ilmu Akhlak dan Tujuan Mempelajari Ilmu Akhlak

Dan sebaliknya, diketahuinya nilai-nilai kerendahan sehingga membuat seseorang mampu menghindarinya. Dalam agama Islam, akhlak menjadi induk dan sekaligus tujuan dari pengajaran Islam sebagaimana Hadits terkenal “Aku (Muhammad) tidak diutus kecuali untuk meluruskan akhlak atau perangai yang mulia. Atas dasar ini, maka akhlak secara esensial adalah inheren dalam semua doktrin Islam.

Mungkin cukup sekian pembahasan kali ini, silahkan baca juga: Pengertian Akhlak dan Ilmu Akhlak dalam Kajian Islam. Terima kasih banyak dan semoga bermanfaat.

0 Response to "Pentingnya Akhlak dalam Islam"

Posting Komentar

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel