-->

Cara Memasak Makanan Saat Survival di Alam Bebas

fikriamiruddin.com - Dalam hal ini kita harus mengetahui terlebih dahulu bagimana menyiangi ikan dan hewan lain hasil tangkapan untuk dapat dimasak atau disimpan sebagai cadangan makanan kita di alam bebas. Teknik penyimpanan dan cara membersihkan yang tidak benar tentu akan menyebabkan ikan atau hewan tangkapan kita akan menjadi busuk dan tidak dapat dimakan. Berikut ini cara mengolah makanan hewani saat survival di alam bebas di antaranya:
Cara Memasak Makanan Saat Survival di Alam Bebas

1. Ikan

Semua ikan air tawar dapat dimakan. Ikan yang mempunyai panjang di bawah 5 cm tidak perlu disiangi, sehingga dapat dimakan semuanya. Sedangkan ikan yang berukuran besar perlu dikeluarkan isi perutnya dan disiangi. Jangan memakan ikan yang kondisinya sudah tidak baik. Memasak ikan yang sudah mulai membusuk atau sudah tidak baik kondisinya tidak akan membuat ikan tersebut dapat dimakan. Berikut ini adalah tanda-tanda ikan yang sudah mulai membusuk di antaranya:

- Mata cekung
- Buanya aneh
- Warna mulai berubah
- Cekungan akan membekas pada dagingnya setelah ditekan dengan jari
- Lengket
- Rasanya tajam atau menyengat

Maka dari itu ikan yang kondisinya sudah tidak baik atau busuk dapat menyebabkan diare, mual, kram, muntah, dan gatal. Gejala ini akan muncul tiba-tiba, setelah satu hingga enam jam memakannya. Ikan akan cepat membusuk setelah mati, terlebih lagi ketika pada siang hari yang panas. Maka siangi ikan secepatnya setelah ditangkap. Keluarkan isi perutnya, buang sisik dan siripnya jika memang harus dibuang, buanglah sisiknya dengan menggunakan pisau dari arah ekor ke kepala.

Untuk menyiangi belut dan lele, tancapkanlah sepotong kayu di kepalanya kemudian gantungkanlah. Kemudian iriskan melingkar di dekat kepala untuk dapat membuang kulitnya. Setelah semuanya terkelupas, tarik kulitnya ke arah ekor. Kita dapat menusukkan semua ikan pada sepotong kayu dan membakarnya di api. Akan tetapi, merebus ikan degan kulitnya merupakan cara yang terbaik untuk mendapatkan nilai vitaminnya. Selain itu, lemak dan minyaknya berada di bawah kulit dan dengan merebusnya kita akan mendapatkan air kaldunya.

Baca Juga: Cara Membuat Api Saat Darurat di Alam Bebas

Kita dapat menggunakan metode apa saja untuk dapat memasak ikan. Bungkuslah ikan dalam tanah liat kemudian pendam dalam bara api hingga tanah liatnya mengeras. Kemudian pecahkan tanah liat yang sudah keras itu untuk mendapatkan ikan yang telah matang dimasak di dalamnya terlebih dahulu. Untuk menyiapkan ikan yang akan diasapi, potong kepalanya dan buanglah tulangnya.

2. Ular

Untuk dapat menguliti ular, pertama-tama potonglah kepalanya dengan jarak potong dari kepala 15 cm hingga 20 cm. Kemudian iris memanjang kulitnya dan kemudian tarik kulitnya untuk dapat memisahkan dari dagingnya. Untuk ular yang cukup besar, baik juga jika dibelah agar memudahkan pengulitannya. Buang isi perutnya. Potong-potong dagingnya menjadi bagian yang lebih kecil dan masaklah dengan direbus atau dibakar.

3. Burung

Setelah menangkap dan membununh burung, buanglah bulu-bulunya baik dengan cara mencabut atau mengulitinya. Akan tetapi ingat, mengulitinya akan menyebabkan beberapa kandungan makanan yang terdapat pada kulitnya juga ikut terbuang. Belahlah tubuhnya dan bunag isi perutnya, pisahkan hati dan jantungnya. Potong kakinya, masaklah dengan cara direbus atau dipanggang. Sebelum memasak burung pemakan bangkai, rebuslah dalam air mendidih terlebih dahulu setidaknya 20 menit untuk membunuh parasitnya.

4. Mamalia

Cara menguliti mamalia besar seperti rusa, kijang dan lainnya adalah dengan menggantungkan kepalanya di bagian bawah. Ikat tali pada bagian lututnya, bukan tungkainya dan tarik ke atas dahan atau buatkan tiang. Kemudian tempatkanlah wadah untuk menampung darahnya agar jangan berceceran. Keluarkanlah darahnya dengan memotong urat pada bagian tenggorokannya. Saat dagingnya masih hangat, buanglah semua kelenjar baunya. Potong di sekeliling alat kelaminnya dan buang.

Untuk dapat mengulitinya, iris kulitnya pada bagian atas tubuh kemudian masukkan jari pada kedua bagian kulit yang terpotong dan tarik. Saat akan mengulitinya selipkan pisau di bawah kulitnya dan putar mata pisau menghadap ke atas. Jadi hanya kulitnya yang terpotong. Cara ini juga menghindarkan agar bulunya tidak terpotong dan masuk ke daging. Untuk bianatang mamalia kecil, cara mengulitinya adalah potong pada bagian atas tubuhnya dan masukkan dua jari ke dalam kulit yang terpotong dan tariklah kedua potongan tersebut.

Kemudian buanglah isi perut binatang mamalia kecil dengan memotong bagian tubuhnya dan mengeluarkannya dengan tangan. Potong bagian anusnya dan buang. Buanglah bagian kelaminnya. Dalam hal ini harus berhati-hati, jangan sampai air seninya mengenai daging. Cucilah untuk menghindarkan daging tercemar air seni binatang tersebut. Sebaiknya, buanglah bagian dalam binatang mamalia kecil.

Baca Juga: Hewan yang Bisa Dimakan Saat Survival di Alam Bebas

Cara Pengawetan Makanan Hewani

Selain langsung dimakan, daging hewan hasil tangkapan yang berlebih dapat kita jadikan sebagai bahan makanan cadangan, yaitu dengan beberapa cara sebagai berikut:

Daging Asap

Untuk mengasapi daging, siapkanlah penutup di sekeliling api. Dua ponco yang ditancapkan bersamaan akan sangat membantu. Api tidak perlu terlalu besar dan panas. Keperluannya hanya untuk menghasilkan asap, bukan panas. Jangan menggunakan kayu yang mengandung damar pada api dikarenakan asapnya akan merusak daging. Gunakanlah kayu yang keras untuk dapat menghasilkan asap yang baik. Kayu sebaiknya yang masih hijau, jika kayu terlalu kering, maka lembabkanlah.

Potong daging menjadi irisan-irisan, tidak lebih dari 6 cm ketebalannya, dan gantungkanlah di dalam tiang yang tertutup ponco. Pastikan jangan sampai panas menyentuh daging atau menahan asap dan awasi apinya. Jangan sampai apinya terlalu panas. Daging yang diasapi semalaman dengan metode ini dapat bertahan paling tidak satu minggu. Dua hari mengasapinya secara terus menerus akan membuat daging tersebut bisa bertahan dua hingga empat minggu.

Mengeringkan Daging

Untuk dapat menyimpan daging dengan cara pengeringan, iris daging menjadi enam milimeter titpisnya. Gantungkanlah irisan daging di atas rak di bawah cahaya matahari dan juga harus di lokasi yang baik aliran udaranya. Jagalah dari jangkauan binatang dan lalat. Bairkan daging benar-benar mengering sebelum disimpan. Daging yang benar-benar kering akan terasa garing dan tidak terasa dingin saat disentuh.

Mungkin cukup sekian pembahasan kali ini, silahkan baca juga: Cara Mendapatkan Air di Gunung Hutan. Terima kasih banyak dan semoga bermanfaat.
#SalamLestari

0 Response to "Cara Memasak Makanan Saat Survival di Alam Bebas"

Posting Komentar

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel