-->

Pendakian dan Napak Tilas Situs Putuk Lesung

Salah Satu Situs di Putuk Lesung
fikriamiruddin.com - Putuk Lesung merupakan sebuah nama yang tersemat pada salah satu bukit yang berada di lereng Gunung Arjuno. Benar saja Gunung Arjuno mempunyai banyak sekali keunikan dan ciri khas tersendiri pada setiap jalur pendakiannya. Putuk Lesung sendiri dapat diakses melalui pos pendakian Gunung Arjuno Via Purwosari, tepatnya berada di Desa Tambaksari, Purwosari, Kabupaten Pasuruan. Jika dari arah Surabaya bisa diakses melalui jalan utama yang menghubungkan Surabaya-Malang tanpa melalui jalan tol, sebelum sampai Malang tentu akan melewati pasar Purwosari, tak jauh dari pasar Purwosari ada akses jalan masuk menuju Desa Tambak Watu, kita bisa mengikuti jalanan tersebut sampai pada sebuah pertigaan dan sudah ada papan penunjuk arahnya. Apabila masih bingung bisa menggunakan GPS elektronik maupun konvensional yaitu Gunakan Penduduk Sekitar.

Seperti biasa perjalanan ini dilakukan oleh tiga orang, satu diantara kami sudah pernah melakukan perjalanan ke Putuk Lesung sebanyak dua kali, dan ini merupakan perjalanan ke Putuk Lesung ketiga kalinya. Sedangkan dua lainnya belum pernah sama sekali menginjakkan kakinya ke Putuk Lesung, tentu saja ini pengalaman pertama bagi keduanya. Sebelum sampai di pos pendakian, kami berhenti terlebih dahulu di Pasar Purwosari untuk mencukupi kebutuhan logistik kami selama perjalanan ke Putuk Lesung. Setelah dirasa cukup, lantas kami bergegas melanjutkan perjalanan menuju pos pendakian. Setelah sampai di warung tempat menitipkan motor, salah satu dari kami mengamati sekitar seperti ada yang berbeda. Ya benar saja pos perijinan pendakian sudah berpindah, dari yang semula berada di sebuah rumah yang berada sedikit jauh sebelum pintu masuk hutan, kemudian berpindah lagi tepat di depan pintu masuk hutan, dan saat ini ketika kami memarkirkan motor di warung yang berada tepat di depan pintu masuk hutan tidak ada tanda-tanda pos perijinan. Tak lama berselang kami lantas menanyakan hal ini kepada pemilik warung, pemilik warung tersebut menjawab bahwa pos perijinan sudah pindah agak masuk ke hutan.

Tanpa berpikir panjang kami langsung mempersiapkan diri untuk mendaki ke Putuk Lesung. Perjalanan ini kami awali dengan berdoa seperti biasa dan mulai melangkahkan langkah kecil kami memasuki hutan. Jalanan masuk hutan yang dahulu masih berupa tanah kini sudah berpaving dan lebih terbuka kanan kirinya. Setelah melewati jalanan berpaving, medan berubah menjadi cor-coran. Hal ini tentu berbeda sekali dengan kondisi terakhir salah satu dari kami datang kesini. Tak lama kemudian pos perijinan tersebut sudah mulai terlihat, dan ternyata juga menyediakan tempat parkir kendaraan, musholla, dan juga warung sederhana. Setelah sampai di pos perijinan ini kami langsung membayar biaya registrasi sebesar Rp. 10.000 / orang untuk sekali masuk.

Setelah beres mengurus perijinan kami langsung melanjutkan perjalanan dengan disambut bebatuan besar yang kian lama kian menanjak pertanda pendakian sudah dimulai. Benar saja Gunung Arjuno strukturnya identik dengan bebatuan besar hingga sampai puncaknya. Setelah berjalan sekitar 35 menit sampailah kami di Pos 1 yang diberi nama Guo Onto Bogo. Ya di pos 1 ini memang terdapat sebuah gua dan makam untuk para peziarah dan pejalan spiritual, selain itu juga terdapat sebuah mushola dan juga rumah sederhana untuk beristirahat, tak jauh dari sini pula terdapat sebuah warung yang menjajakan berbagai makanan dan minuman untuk para pengunjung. Di daerah pos 1 ini juga cocok sekali digunakan untuk  camping ceria, dikarenakan lahannya lumayan luas dan juga diselimuti pohon cemara yang menjulang tinggi yang melindungi dari angin.
Pos 1 Guo Onto Bogo
Dari pos 1 ini kami tidak berlama-lama dan langsung melanjutkan perjalanan. Medan yang kami lalui masih berupa bebatuan akan tetapi jalanan sudah mulai menyempit. Setelah bebatuan medan berubah dengan tanah yang bercampur dengan air dan lumut sehingga sangat licin untuk dilalui. Selain dikarenakan air hujan, tanah ini juga dibasahi oleh pipa-pipa air yang bocor hingga meluap ke jalur pendakian. Pipa-pipa yang bocor ini banyak dimanfaatkan pendaki dan pengunjung untuk minum ditempat, perbekalan mendaki, hingga ada yang sampai dibawa pulang. Sebelum sampai di pos 2 terdapat pula sebuah tempat yang dikeramatkan dan juga biasa digunakan sebagai tempat pemujaan dengan bukti adanya banyak dupa, bunga setaman, dan sesaji, tempat tersebut diberi nama “Watu Kursi”. Setelah sampai di Watu Kursi yang juga terdapat semburan mata air, maka kami memutuskan untuk mencuci muka dan minum secukupnya. Tak lama kemudian kami melanjutkan perjalanan lagi, dan sekitar 40 menit berjalan sampailah kami di Pos 2 yang diberi nama Tampuono.
Pos 2 Tampuono

Di pos 2 Tampuono ini banyak sekali berdiri warung dan beberapa rumah untuk beristirahat para peziarah, selain itu juga terdapat sumber mata air di Sendang Dewi Kunthi. Di pos 2 Tampuono ini juga banyak sekali makam, petilasan maupun tempat pemujaan lainnya. Setelah sampai di Pos 2 ini, untuk sampai di Putuk Lesung kita harus mengambil jalur ke arah kanan yang juga searah dengan menuju puncak Arjuno. Jalanan setelah pos 2 ini mulai mencekam dikarenakan medan bebatuan bercampur tanah dan lumut ditambah dengan vegetasi yang mulai rapat dan juga aroma semerbak kemenyan menambah mistis perjalanan. Tak lama kemudian sampailah kami dipercabangan jalur yang jika ke kiri menuju Puncak Arjuno sedangkan jika lurus menuju Putuk Lesung. Dikarenakan kami bertujuan ke Putuk Lesung maka kami memutuskan untuk lurus jalan terus saja.
Petunjuk Arah Ke Putuk Lesung
Sekitar 15 menit dari Pos 2 Tampuono sampailah kami di Putuk Lesung yang berupa bukit dengan padang savana yang luas ini. Apabila cuaca sedang cerah kita bisa melihat gagah puncak Arjuno dan juga Gunung Semeru. Di Putuk Lesung sendiri terdapat sebuah bangunan mushola dari kayu yang juga biasa digunakan bermalam oleh pendaki dan peziarah yang tidak membawa tenda. Selain itu tak jauh dari mushola terdapat juga rumah-rumah dari kayu yang juga bisa digunakan untuk menginap. Nama Putuk Lesung Sendiri diambil dari Putuk yang dalam bahasa Sansekerta berarti bukit dan Lesung berarti alat penumbuk padi. Situs putuk lesung sendiri berbahan dasar batu andesit yang dipercaya sebagai peninggalan dari zaman megalithikum dan diteruskan pada era Majapahit.
Situs Putuk Lesung
Selain itu juga terdapat situs-situs lain seperti makam, petilasan, maupun tempat pemujuaan yang banyak dikunjungi oleh para peziarah dan para pejalan spiritual untuk napak tilas leluhur pada zaman dahulu. Pada saat kami kesana sumber mata air yang dahulunya mengalir dan mengucur deras kini sudah mulai tidak keluar airnya, sehingga hanya tersisa air bekas hujan yang tertampung di sebuah bak dekat toilet yang dibuat. Mengunjungi Putuk Lesung sendiri banyak sekali mengandung pelajaran dan nilai-nilai mulai dari sejarah, budaya, spiritual, alam, dan religi. Tapi semua itu tergantung niat dan tujuan masing-masing individu, maka tetap jaga dan lestarikan alam titipan anak cucu kita ini dengan baik.
Mushola di Putuk Lesung
Situs di Putuk Lesung
Tempat Sumber Mata Air
Rincian Detail Perjalanan*
Surabaya – Penitipan Motor : 2 Jam
Pos Perijinan – Pos 1 Guo Onto Bogo : 35 Menit
Pos 1 Onto Bogo – Pos 2 Tampuono : 40 Menit
Pos 2 Tampuono – Putuk Lesung : 15 Menit
*NB : Waktu tempuh kondisional dan situasional tergantung kondisi fisik masing-masing pendaki dan kondisi cuaca
Mungkin itu saja sedikit cerita yang bisa kami bagikan semoga bisa menginformasi serta menginspirasi kawan-kawan semua.
#SalamLestari

0 Response to "Pendakian dan Napak Tilas Situs Putuk Lesung"

Posting Komentar

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel