-->

3 Cabang Khusus Filsafat

fikriamiruddin.com - Selain cabang-cabang filsafat seperti ontologi, epistemologi dan aksiologi yang sudah banyak dikenal oleh banyak orang. Dalam hal ini sebagai konsekuensi logis dari besarnya cakupan cabang kefilsafatan, maka kemudian corak pemikiran atau aliran yang terdapat dalam filsafat juga banyak dan komplek. Maka dari itu dalam pembahasan kali ini akan dibahas mengenai cabang khusus filsafat di antara filsafat bahasa, filsafat matematika dan filsafat agama.
3 Cabang Khusus Filsafat

1. Filsafat Bahasa

Bahasa merupakan akumulasi dari komponen internal dari batin pembicara dan komponen eksternal yang berasal dari luar pembicara. Konsep filsafat bahasa biasa disebut dengan teori linguistic. Dalam teori linguistic dinyatakan bahwa grammer menyediakan sejumlah aturan untuk menampilkan ekspresi manusia. Platonist berkata bahwa bahasa merupakan abstraksi formal. Katz dan Soames berpandangan bahwa bahasa memiliki makna dan struktur yang bebas dari pembicaranya.

Dumment berpendapat bahwa bahasa adalah fenomena sosial atau biasa disebut dengan theory of meaning (teori arti). Sedangkan menurut Frege, ekspresi bahasa bukan hanya representasi dari pikiran (representation of mind), akan tetapi juga mengandung referensi atau hal-hal yang relevan dengan pertanyaan yang ditampilkan. Dalam hal ini Russel menawarkan dasar-dasar logico-epistemologic (logika epistemologi bahasa).

Dirinya menambahkan bahwa ungkapan bahasa menuntut adanya kesepadanan antara fakta dan benda atau objek. Wittgenstein berpendapat bahwa bahasa merupakan representasi dari kebenaran yang tampil dalam eksistensi ideal, bebas dari sifat materiil bahasa. Dari berbagai pandangan dan konsep ini dapat disimpulkan bahwasannya filsafat bahasa adalah sebuah disiplin ilmu yang menelaah semantic dan tata bahasa serta yang terkait.

Baca Juga: Cabang Filsafat: Ontologi

2. Filsafat Matematika

Tokoh yang cukup berpengaruh dalam filsafat matematika adalah Immanuel Kant (1724-1804). Dirinya berpendapat bahwa matematika merupakan pengetahuan yang bersifat sintetik a priori di mana eksistensi matematika tergantung pada pancaindera dan pengalaman manusia. Dalam aliran logistic (aliran dalam filsafat matematika) disebutkan bahwasannya matematika merupakan cara berfikir logis yang salah atau benarnya dapat ditentukan tanpa melalui dunia empiris.

Russel, dalam bukunya yang berjudul Principia Mathematica, memberikan suatu pembuktian bahwasannya matematika secara keseluruhan dapat direduksi ke dalam proporsi logika. Namun logistic mempergunakan sistem simbol sebagai pengganti bahasa. Aliran logistic ini mendapat tantangan dari kaum intuisionis (aliran dalam filsafat matematika) dengan menyatakan bahwasannya intuisi murni dari berhitung merupakan titik tolak mengenai matematika bilangan.

Hakekat dari sebuah bilangan harus dapat dibentuk melalui kegiatan berhitung (counting) dan menghitung (calculating). Maka dari itu, dalam pandangan George Cantor (1845-1918), lebih banyak bilangan nyata (real number) dibanding dengan bilangan asli (natural number) adalah sebuah kesalahan.

Baca Juga: Cabang Filsafat: Epistemologi

3. Filsafat Agama

Definisi filsafat agama adalah berpikir mengenai dasar-dasar agama menurut logika dan bersifat bebas. Objek yang akan menjadi kajian dalam filsafat agama adalah dasar-dasar agama secara logis, kritis dan analitis. Dasar-dasar agama yang dimaksud adalah dasar-dasar agama secara universal. Kajian mengenai agama biasa disebut dengan teologi. Kajian filsafat agama dalam konteks teologi, terdapat tiga aliran utama yakni teologi tradisional, yang membahas mengenai kebenaran atau ketidakbenaran dasar-dasar agama itu sendiri.

Teologi liberal, yakni mengkaji dasar-dasar agama secara liberal, kritis dan analitis. Dan teologi natural, yakni tidak berdasarkan wahyu, akan tetapi lebih pada pandangan akal atau rasionalitas serta penggunaan logika berfikir.

Dengan demikian sedikit contoh mengenai cabang-cabang khusus filsafat yang dapat diuraikan. Akan tetapi demikian perlu diketahui bahwasannya selain cabang-cabang khusus filsafat tersebut, masih banyak lagi cabang-cabang filsafat yang kadangkala disesuaikan dengan disiplin keilmuan tertentu atau objek materialnya seperti Filsafat Sosial, Filsafat Kebudayaan, Filsafat Manusia, Filsafat Ketuhanan, Filsafat Biologi, Filsafat Politik dan lain sebagainya.

Cabang-cabang filsafat ini dirumuskan oleh para pakar sesuai dengan bidang kajian keilmuannya dengan tujuan untuk lebih memperdalam kajian keilmuan sedemikian rupa sehingga permasalahan-permasalahan yang tidak dapat diuraikan dan dijawab dalam disiplin keilmuannya dapat diuraikan lebih detail dan lebih mendalam dalam kajian kefilsafatannya.

Mungkin cukup sekian pembahasan kali ini, silahkan baca juga: Cabang Filsafat: Aksiologi. Terima kasih banyak dan semoga bermanfaat.

0 Response to "3 Cabang Khusus Filsafat"

Posting Komentar

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel