-->

Analisis Konflik Film SAMIN VS SEMEN




fikriamiruddin.com - Di sini penulis akan menganalisis film “Samin vs Semen” dalam tinjauan teori konflik. Penulis disini akan menganalisis film tersebut menggunakan teori konflik secara umum bukan tentang teori konfik Ralf Dahrendorf, Levis Coser, Randal Collin, dan lain sebagainya. Tentu saja tujuannya agar lebih sederhana dan mudah dipahami secara umum karena menggunakan teori konflik secara umum atau garis besarnya saja. Berikut penulis paparkan analisis film “Samin vs Semen”.

Film Samin vs Semen ini dimulai dengan sebuah tampilan pemandangan sawah di Kabupaten Pati dan Rembang yang keduanya terletak di Provinsi Jawa Tengah. Tampak hamparan sawah hijau yang teratur dengan garis-garis irigasi di Pati. Sementara itu, di Rembang, tanah gersang, gundul, dan bekas galian terhampar, yang berhektar-hektar luasnya. Tentu saja inti dari film dokumenter Samin vs Semen tersebut adalah tentang perlawanan warga terhadap pendirian pabrik semen. Selanjutnya pihak-pihak utama yang terkait adalah warga penganut ajaran samin dan pabrik semen terbesar di Tanah Air yaitu Semen Gresik dan Indocement Group. Sedangkan ada pihak lain juga yang terlihat di film tersebut seperti aparat keamanan Polisi dan Tentara.

Pihak utama dalam hal perlawanan adalah warga Samin yang biasa disebut sedulur sikep yang hidup disepanjang pegunungan karst Kendeng, Pati, Jawa Tengah yang sekali lagi penulis jelaskan yang menolak pada kehadiran pabrik semen. Tahap-tahap konflik dimulai setelah kemenangan warga sukolilo di PTUN melawan PT Semen Gresik pada 2010, kini giliran warga Tambakromo dan Kayen yang menghadapi rencana ekspansi PT Sahabat Mulia Sakti (anak perusahaan Indocement). Yang mana aksi ini diprakarsai pengikut sedulur sikep (Samin Surosentiko) yang telah memiliki sejarah panjang melawan kolonialisme Belanda di tanah Jawa sejak 1890. Mengapa mereka menolak penambangan karst di Jawa, karena sebagian besar karst pegunungan Kendeng telah menjadi sumber pengairan bagi pertanian produktif. 

Penolakan terhadap pendirian pabrik semen tidak lain karena takut kehilangan mata pencahariannya, yaitu bertani. Perlawanan ini adalah benteng pertahanan terakhir kaum Samin, karena bertani adalah satu-satunya sumber penghasilan. Sebab berdagang menjadi pantangan bagi para pengikut Sedulur Sikep ini. Hal ini merupakan sebuah pengamalan aliran kepercayaan masyarakat samin (sedulur sikep) dengan ideologi saminismenya yang masih begitu kuat dan mengental sehingga anak-anak mereka pun tidak di sekolahkan formal melainkan hanya dididik sendiri di rumah.

Dalam ideologi NKRI yaitu Pancasila disebutkan dalam sila kedua yang berbunyi “Kemanusiaan yang adil dan beradab” dan sila kelima “keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia”. Dalam kalimat tersebut dijelaskan bahwa keadilan dan kemanusiaan harus ditegakkan. Melihat konflik antara semen vs samin ketika masyarakat samin yang hanya mengandalkan pertanian untuk bertahan hidup tentu saja membutuhkan tanah untuk mereka tanami atau bertani sedangkan jika tanah tersebut didirikan pabrik semen tentu saja kemanusiaan dan keadilan mereka dipaksa untuk tunduk. Dilihat dari teori konflik kedua belah pihak ini tentu saja sangat berbeda pendapat atau kepentingan, karena konflik terjadi karena adanya kedua belah pihak terjadi perbedaan kepentingan. 

Di film Samin vs Semen ini tentu saja masyarakat Samin (Sedulur Sikep) bersikeras untuk mempertahankan tanahnya untuk kehidupan sehari-hari atau mencupi kehidupan mereka yang harus bertani dan pantang untuk berdagang, tentu saja bertani itu memerlukan tanah jika tidak ada tanah tentu tidak akan pernah ada tani. Selanjutkan dari pihak Semen (Indocement) berkeinginan mendirikan pabrik pegunungan karst Kendeng tersebut untuk memperluas dan memperbesar produksi semen. Tentu saja dalam pembuatan pabrik memerlukan tanah untuk mendirikan pabrik. Jadi harapan atau kepentingan dari pihak semen adalah membuat pabrik di tanah penduduk samin tersebut dan berkeinginan memperkerjakan penduduk yang semula bertani beralih menjadi pekerja pabrik.

Di analisis dari teori konflik tahap-tahap awal atau mula sebuah konflik adalah perbedaan kepentingan dan lama kelamaan muncul kepermukaan hingga timbulah konflik. Tetapi pada dasarnya konflik itu suatu perspektif yang memandang masyarakat sebagai sistem sosial yang terdiri atas kepentingan-kepentingan yang berbeda-beda dimana ada suatu usaha untuk menaklukan komponen kepentingan sebesar-besarnya. Dan konflik menurut Lewis Coser konflik dan perubahan itu berkaitan dimana konflik berfungsi untuk menciptakan perubahan dan perkembangan. Mungkin setelah adanya konflik Samin vs Semen tersebut masyarakat menjadi semakin kompak, guyup rukun dan peka terhadap kemanusiaan dan menghilangkan sifat apatis individu yang acuh tak acuh pada suatu masalah yang bukan masalah mereka. Sehingga asumsinya bahwa perubahan sosial ada dimana-mana, selanjutnya masyarakat juga bisa memperlihatkan perpecahan dan konflik pada saat tertentu dan juga memberikan kontribusi bagi disitegrasi dan perubahan.

Daftar perlawan warga samin yang tertulis di film “Samin vs Semen” tersebut sebagai berikut: 2006, PT Semen Gresik akan membangun pabrik di Kecamatan Sukolilo, Pati, Jawa Tengah, warga samin menolak karena mengancam pertanian dan mata air. 2009, warga samin memenangi gugatan di PTUN hingga MA sehingga PT Semen Gresik mundur dari Pati dan pindah ke kecamatan Gunem, Kabupaten Rembang. 2010, Grup Indocement masuk Pati dengan rencana pabrik di Kecamatan Kayen dan Tambakromo, tetangga desa orang-orang Samin. PT Semen Indonesia berhasil masuk Rembang dan mendirikan pabrik mulai 17 Juni 2014. Kini sebagian warga Pati dan Rembang dibantu orang-orang Samin menghadapi Semen Indonesia dan Grup Indocement.

Perubahan yang terjadi setelah konflik tersebut terlihat sebagian warga yang mulai beralih profesi, dari petani menjadi tukang angkut. Sejak lahan di desanya terjual 30 persen dari total luas tanah pertanian, warga beramai-ramai membeli truk untuk angkutan atau sudah beralih profesi (meninggalkan) pertaniaan, sumber ini penulis peroleh dari berita terkini akibat dampak konflik Samin vs Semen tersebut.

2 Responses to "Analisis Konflik Film SAMIN VS SEMEN"

  1. masukan yaaa, coba analisis juga film sikep samin semen, kita ga bisa ngeliat masalah dari 1 sisi aja kan ?

    BalasHapus

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel